Para Perempuan Parlemen Harus Memahami Isu-Isu Terkait Budaya Digital

11

Jakarta,ganendralamont.com-Transformasi digital di berbagai sektor telah memacu laju digitalisasi di seluruh kalangan masyarakat. Untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai transformasi di era digital, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP-RI) menggelar workshop bertajuk Women in Tech: Kepemimpinan Perempuan di Era Digital. 

Workshop ini berisi pembahasan edukatif tentang pengetahuan dan informasi teraktual seputar teknologi digital termasuk isu-isu keamanan siber, serta potensi pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan perempuan Indonesia. Workshop ini diharapkan mampu menguatkan peran kepemimpinan legislator perempuan sebagai katalisator aspirasi masyarakat.

Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) Diah Pitaloka dalam sambutannya (29/09) mengakui dinamika 4.0 menuntut para perempuan parlemen untuk ikut memahami isu-isu terkait budaya digital dan menguasai beragam teknologi digital yang mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kompetensi sebagai perwakilan suara dan aspirasi rakyat.

“Kepemimpinan digital menjadi kunci fundamental agar perempuan parlemen dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk kepentingan peningkatan kompetensi dan mengakselerasi langkah-langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat luas serta membantu mewujudkan aspirasi masyarakat. Poin ini sangat penting menimbang jumlah perempuan di parlemen makin meningkat. Saat ini, jumlah perempuan di DPR RI telah mencapai 20,3% sedangkan yang duduk di bangku DPD mencapai 30,8%. Perempuan di parlemen makin berperan dalam membantu mewujudkan aspirasi-aspirasi rakyat,” tutur Diah Pitaloka.

Teknologi digital telah secara masif mengubah banyak aspek kehidupan kita sehari-hari melalui digitalisasi. Digitalisasi telah meningkatkan pengetahuan kita, memperluas wawasan kita dan menawarkan kepada kita peluang koneksi yang belum pernah terjadi sebelumnya – koneksi antar masyarakat, informasi, layanan, dan sumber daya. Lebih jauh dari itu, tanpa kita sadari teknologi digital juga dapat mempercepat pemberdayaan kaum perempuan, sehingga mampu mendorong pembangunan sosial dan ekonomi seluruh negara. Ponsel, tablet, laptop, akses ke Internet – setiap hari, alat-alat ini memperluas akses perempuan ke pendidikan, perawatan kesehatan, pelatihan, pekerjaan, kewirausahaan, dll. Digitalisasi bisa mempersempit ketidaksetaraan gender yang selama ini sudah terjadi secara sistemik.

“Sejauh ini, kita di Indonesia masih membutuhkan peningkatan akses digital bagi masyarakat Indonesia, serta tantangan percepatan pemerataan akses digital bagi Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah unik,” tutur Diah Pitaloka.

Workshop Women in Tech: Kepemimpinan Perempuan di Era Digital ini penting peranannya dalam memperkuat kapabilitas dan kompetensi para perempuan di parlemen untuk menyerap serta menyuarakan aspirasi-aspirasi masyarakat luas yang diwakilinya. 

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya mengungkap dukungannya terhadap penyelenggaraan workshop literasi digital dalam rangka penguatan peran kepemimpinan legislator perempuan ini.

“Pesatnya perkembangan industri digital selama pandemi menjadi lahan subur bagi masyarakat termasuk kaum perempuan untuk memulai bisnis dan teknologi digital membuka pintu bagi UMKM kita untuk naik kelas dan dengan demikian kita berpartisipasi aktif menggunakan teknologi digital untuk turut meningkatkan kesejahteraan umum,” papar Puan Maharani.

Sejumlah pembicara terkemuka tampil di dalam workshop satu hari yang berlangsung di Ruang Delegasi MPR ini, di antaranya: Catherine Chen, Corporate SVP & Director of the Board Huawei, Mira Tayyiba, Sekjen Kementerian Kominfo, drg. Putih Sari, Wakil Ketua Fraksi P. GERINDRA/Ketua Panitia, Tricia Iskandar, Vice President Public Policy and Government Relations Gojek, Dyah Roro Esti, Anggota Komisi VII DPR RI, Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha.com, M. Rosidi, Director of ICT Strategy and Business of Huawei Indonesia, Dr. Sofian Lusa S.E.,M.Kom – Akademisi dan Praktisi Ekonomi Digital. Seluruh pembicara mengungkap kerangka konseptual, rencana implementasi hingga potensi yang bisa dicapai perempuan Indonesia melalui penguasaan teknologi digital.

Corporate Senior Vice President & Director of the Board Huawei Catherine Chen yang hadir secara virtual dari kantor pusat Huawei Global menegaskan komitmen Huawei untuk terus mendukung peran kepemimpinan perempuan yang berlangsung di era transformasi digital ini.

“Kami percaya bahwa semakin banyak talenta perempuan dan pemimpin perempuan dibutuhkan untuk menciptakan dunia digital yang lebih inklusif yang bermanfaat bagi semua orang. Program hari ini hanyalah langkah pertama menuju kolaborasi yang jauh lebih besar dengan DPR, KPP-RI beserta pegiat pemberdayaan perempuan lainnya. Hal ini tidak saja menjadi pengakuan dan menginspirasi kepemimpinan perempuan tetapi juga memacu perkembangan ekonomi digital,” ungkap Catherine Chen. 

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, S.H, S.Ik, M.H yang hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengakui perkembangan teknologi digital melahirkan banyak womenpreuneur yang sukses mengembangkan usaha di ranah digital.

“Sayangnya perkembangan teknologi digital membawa ancaman juga pada eksistensi para womenpreneur ini, salah satunya adalah pencurian identitas dan kebocoran data. Oleh sebab itu, edukasi terhadap prinsip kehati-hatian untuk melindungi data-data pribadi di ranah digital masih harus diperluas dan rambu-rambu hukumnya harus lebih diperjelas,” ungkap Kombes Pol. Himawan Bayu Aji, S.H, S.Ik, M.H.  

Workshop Women in Tech ini berlangsung dengan dukungan dari mitra-mitra yang terlibat langsung di workshop ini, terutama para pakar di bidang teknologi digital, seperti Huawei, Gojek, Amartha, serta kolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Kominfo, dunia penelitian seperti KedaiKOPI dan masyarakat akademis. 

“Saya berharap di kemudian hari, program kepemimpinan digital bagi anggota perempuan parlemen ini dapat terus berjalan, berkesinambungan, serta makin menjangkau para pemimpin perempuan di seluruh penjuru Indonesia dan kita kaum perempuan bisa bersama-sama berkontribusi menentukan arah pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi di negeri ini,” tutup Diah Pitaloka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here