Daerah Headline Jawa Barat

Viral Kemunculan Kerajaan Kandang Wesi Di Garut

Ganendralamont.com-Setelah dihebohkan dengan berita tentang Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Sunda Empire di Bandung, dan Kesultanan Selaco di Tasikmalaya, kini viral mengenai keberadaan komunitas yang disebut-sebut sebagai kerajaan di Garut.

Adalah Kerajaan Kandang Wesi, kerajaan yang disebut-sebut ada di Garut, tepatnya berdiri di Kampung Cimareme, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Nurseno SP Utomo adalah orang yang disebut-sebut sebagai raja dari Kerajaan Kandang Wesi.

Ia mengakui telah mendengar soal berita keberadaan Keraton Agung Sejagat yang raja dan ratunya saat ini menjadi tahanan polisi.

Namun, dirinya membantah bahwa Kerajaan Kandang Wesi sama seperti Keraton Agung Sejagat.

Sebab, dia tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai raja.

Klarifikasi gelar raja

Gelar raja yang dimilikinya merupakan pemberian dari Maskut Thoyib, Ketua Forum Komunikasi Raja-Raja dan Sultan Nusantara tahun 2015.

“Itu penghargaan atas jasa saya mendirikan Padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM) yang saya dirikan tahun 1998,” katanya.

Nurseno menjelaskan, Maskut Thoyib adalah kepala budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pemberian gelar tersebut hanya sebagai gelar karena sebenarnya dirinya tidak pernah mendirikan kerajaan.

Pemberian penghargaan ini, menurut Nurseno, dilakukan di Taman Mini Indonesia indah dan disaksikan perwakilan keraton-keraton dan kesultanan di Indonesia dan pemerintah.

Padepokan silat

Nurseno mengaku, dirinya hanya mendirikan sebuah padepokan silat.

Namun, lokasinya berada di daerah yang menurut sejarah dan telah dibuktikan lewat penelitian pernah menjadi lokasi Kerajaan Kandang Wesi.

“Saya hanya jadi pemangku adat saja, untuk menjaga budaya yang ada,” katanya.

Nurseno mengakui, dirinya memang mempunyai pengikut, yaitu para murid di padepokan silat.

Namun, tidak ada murid yang memanggilnya raja dan para murid juga tidak pernah merasa sebagai pengikut kerajaan.

Bantah ajarkan aliran sesat

Nurseno pun membantah isu soal penyebaran aliran sesat di padepokannya yang sekarang disebut-sebut sebagai kerajaan.

Sebab, dirinya hanya mengajarkan soal seni beladiri yang menjadi adat dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Saya enggak pernah melarang orang shalat, apalagi sampai menyimpang dari ajaran agama, saya hanya mengajarkan beladiri yang jadi adat dan kebudayaan Indonesia,” katanya.

Nurseno mengaku lahir dan dibesarkan di Desa Tegalgede.

Ia menyampaikan, saat ini memang ada padepokan miliknya di Kampung Cimareme, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Tempat ini pula yang sekarang diributkan sebagai kerajaan.

Kerajaan Kandang Wesi

Dari pantauan Kompas.com, tempat yang disebut Kerajaan Kandang Wesi berada di Kampung Cimareme.

Hanya saja, lokasinya berada di tepi perkampungan karena lahannya memang cukup luas, mencapai 1,5 hektar di sisi perbukitan.

Sebuah gerbang kecil dibangun dan dilengkapi dengan pagar besi.

Dari gerbang, ada jalan berbatu yang menghubungkan gerbang dengan sebuah bangunan seperti pendopo yang dijadikan tempat berkumpul. Bangunan ini dibangun tanpa dinding.

Di samping bangunan tersebut, ada sebuah bangunan tembok kecil yang jadi kamar tidur.

Sementara itu, sisa lahan lainnya ada tempat penyimpanan batu-batu yang diduga sisa peninggalan Kerajaan Kandang Wesi.

Ada juga sebuah mata air kecil yang biasa digunakan untuk mandi batin murid perguruan Syah Bandar Karimadi.

Selain itu, ada juga sebuah lapangan voli kecil, masjid kecil, dan sebuah ruangan tempat parkir mobil. Seluruh lahan masih ditumbuhi pepohonan rindang sehingga tampak asri.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *