Perjuangkan Hak Pendidikan MS,Kelompok Cipayung Lakukan Pendampingan

32

Bengkulu,ganendralamont.com-Terkait dengan tersebarnya potongan video yang dianggap sebagai penghinaan terhadap palestina yang melibatkan MS siswi SMA N 1 Kabupaten Bengkulu Tengah, sekelompok Mahasiwa Cipayung Bengkulu yang diwakili oleh Sudi Sumberta Simarmata selaku Ketua Cabang Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI), Ludiman Ketua Umum Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), Sanjaya Pangaribuan Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Sandyya Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Purwanto Pasaribu Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kamis malam mendatangi rumah MS di kelurahan Surabaya.

Kedatangan kelompok cipayung untuk memberikan pendampingan terhadap MS yang mengalami trauma atas pembullyan dan berbagai tekanan yang dihadapkan pada dirinya.

Kelompok cipayung menjelaskan kehadiran mereka tentunya untuk memastikan bahwa hak belajar MS harus tetap dijamin dan dilindungi oleh Negara.

Dari pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh para ketua kelompok cipayung dan Orang Tua dari MS, Kelompok cipayung mengambil beberapa sikap dalam menyikapi kejadian tersebut.

Pertama, kelompok Cipayung Mengecam medsos yang diduga menyebarkan atau menggiring opini yang berbau SARA dalam permasalahan yang terjadi terhadap MS (Siswa SMA N 1 Benteng).

Kedua, Dalam Konteks permasalahan MS, Cipayung Berpandangan tidak membenarkan tindakan tersebut secara etika moral, namun cipayung menuntut pihak sekolah bersama Diknas provinsi Bengkulu untuk menyelesaikan permasalahan ini secara bijaksana.

Cipayung berpandangan bahwa sikap sekolah dalam pemberhentian MS dari sekolah bukanlah solusi yang bijaksana. Cipayung menilai sekolah telah gagal dalam melindungi hak-Hak Konstitusional MS dalam mengenyam pendidikan (menjadi catatan buruk bagi lembaga pendidikan khususnya SMA 1 Begkulu Tengah.

Ketiga, Cipayung Menilai Bahwa Pemindahan sekolah tidak menjamin kenyamanan MS dalam menempuh pendidikan, mengingat permasalahan tersebut telah tersebar di Publik, sehingga harus dicari solusi terbaik agar MS dapat dengan nyaman melanjutkan pendidikannya

Keempat, diduga Berdasarkan informasi yang tersebar di akun instagram (Bengkulu Terkini.id) atas petisi yang dibuat mengatasnamakan Ikatan Pemuda Islam Bengkulu Tengah (IPIB) yang menuntut MS agar dikeluarkan dari sekolah, dengan alasan perbuatan MS menyakiti umat muslim dan diduga membuat perpecahan di kalangan masyarakat Bengkulu Tengah. Cipayung Bengkulu menilai hal tersebut merupakan tindakan yang memperkeruh keadaan dan menggiring opini publik terhadap isu SARA.

Kelima,Cipayung mengajak masyarakat terkhususnya pengguna media sosial untuk memahami permasalahan ini secara bijak dan selalu mengedepankan sikap persatuan dan kesatuan bangsa.

Keenam,Cipayung Bengkulu meminta kepada Instansi/Lembaga Pendidikan terkait untuk memperhatikan dan meningkatkan pendidikan karakter siswa (khususnya dimasa pandemi covid 19.(Rilist Kelompok Cipayung Bengkulu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here