Bengkulu

Merdeka Sampah dan Merdeka Belajar

Penulis : Jakon E.S. Rumapea

Bengkulu,Ganendralamont.com-Kuliah kerja Nyata menjadi salah satu program dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi, dimana Kuliah kerja nyata yang disingkat KKN dilakukan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat.

Pada kesempatan inilah mahasiswa turun ke masyarakat untuk melihat masalah-masalah yang terjadi di masyarakat.

KKN periode 93 UNIB kali ini mengangkat tema “Merdeka Sampah dan Merdeka Belajar”, dimana tema ini di sorot karena Indonesia menduduki posisi kedua penyumbang sampah di dunia (Hasil Penelitian Jambeck, 2015).

KKN Periode ini dilaksanakan di 2 kabupaten/kota yaitu Kabupaten kaur dan kota Bengkulu yang dimana peserta KKN dibagi menjadi 14 Kelompok.

Dalam upaya memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai penanganan sampah yang tepat, maka pada tanggal 29 Maret 2021 kelompok 1 KKN Periode 92 Kelurahan Beringin Raya melakukan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di kantor lurah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kegiatan dibuka dengan kata sambutan dari Lurah Beringin raya, ibu Sudarni, SE. Kemudian Materi pertama pada sosialisasi tersebut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 1 Dr Widia N Rosari, SH.,M.Hum, dimana beliau membahas mengenai penanganan sampah ditinjau dari hukum lingkungan. Ia menyampaikan bahwa membuang sampah sembarangan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Berdasarkan Perda Kota Bengkulu Nomor 2 Tahun 2011 tentang pengolahan sampah kota Bengkulu dijelaskan bahwa masyarakat yang kedapatan membuang sampah akan di ancam dengan hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 5.000.000,- rupiah.“Pungkasnya.

Pemateri kedua dibawakan oleh Febri Ardiansyah, S.Sos., M.Si dari Dinas Lingkungan Hidup. Beliau menyampaikan edukasi cara memilah sampah yang baik dan memberikan tips mengolah sampah organik serta anorganik. Selain itu beliau pun menyampaikan tips untuk mengurangi sampah yang dimulai dari diri sendiri.

“Jika kita ingin merdeka dalam belajar pengelolaan sampah, kita harus mulai dari diri sendiri yaitu memilah sampah paling tidak memilah antara yang anorganik dengan yang organik, sehingga sampah yang sudah dipilah dapat dengan mudah di daur ulang kembali. Sampah organik yaitu yang terurai secara alami dijadikan kompos, sedangkan yang anorganik yaitu yang tidak dapat terurai secara alami dan dapat di setor ke bank sampah atau industri daur ulang.”Paparnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dimana materi yang disampaikan cukup mendapat perhatian dari audience serta ditutup dengan doa dan foto bersama.

2 thoughts on “Merdeka Sampah dan Merdeka Belajar
  1. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat bisa memahami akan bahayanya sampah dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Apa lagi dengan adanya kegiatan ini semoga seluruh lapisan masyarakat bisa mengolah sampah menjadi bermanfaat. Semoga indonesia umumnya dan masyarakat Bengkulu khususnya bisa hidup bersih dan jauh dari permasalahan sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *