Kemelut Partai Golkar Provinsi Bengkulu

455

Bengkulu,Ganendralamont.com-Ketua Presidium Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG) Provinsi Bengkulu Sauri Ogan menilai DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu telah sewenang-wenang dalam mengelola partai. Karena telah memecat beberapa kader serta mengcaretakerkan beberapa Ketua DPD tingkat II tanpa alasan yang logis dan konstitusional.

Bahkan Sauri Ogan tak segan menyebut DPD tingkat I secara sadar telah mematikan demokrasi.

“Partai Golkar Provinsi Bengkulu telah dikelola seperti milik keluarga atau milik kelompok tertentu. Ini berbahaya, di satu sisi meneriakkan demokratisasi, tapi di sisi lain mematikan demokrasi. Ketua DPD Partai Golkar provinsi Bengkulu yang juga gubernur dengan sadar telah mematikan demokrasi di Bengkulu, khususnya di internal Partai Golkar,” ujar Sauri Ogan kepada Garuda Daily belum lama ini.

Sauri menambahkan, terkecuali persoalan dukungan di Munas Golkar, belum ada alasan logis serta konstitusional yang bisa memecat beberapa pengurus serta Ketua DPD tingkat II tersebut.

“Tidak ada alasan logis serta konstitusional untuk memecat beberapa Ketua DPD II tersebut, terkecuali persoalan dukungan di Munas tahun 2019. Jelas sekali kok, indikasinya karena dukungan kita atas pencalonan Mas Bamsoet (Bambang Soesatyo). Apakah salah ketika ada yang mendukung calon Ketua Umum Golkar selain incumbent? Toh yang didukung juga kader terbaik Golkar. Ingat, ini partai politik, bukan organisasi kacangan. Apalagi beberapa kawan-kawan yang dipecat itu merupakan kader senior Partai Golkar, seperti Ahmad Hijazi yang awalnya Wakil Ketua Bidang Organisasi kini tidak masuk dalam jajaran pengurus harian, Raharjo Sudiro Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah juga direposisi, Tomi Edison juga tidak lagi di AMPG. Mereka sejak dahulu sudah berdarah-darah membesarkan Partai Golkar, sekarang malah dipasung demi kepentingan pribadi dan kelompok, “tambah Sauri Ogan.

Lanjutnya, kejadian tersebut merupakan polarisasi politik yang tidak sehat bagi Golkar.

“Semestinya politik itu dinamis serta berkesinambungan dengan menghargai perbedaan-perbedaan pandangan dan tetap mengutamakan pembangunan gagasan untuk sama-sama membesarkan partai, bukan malah saling menghancurkan satu sama lain. Sekarang DPD Golkar Provinsi Bengkulu kembali bikin gaduh dengan mengcaretakerkan Ketua DPD tingkat II di beberapa Kabupaten. Kita sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan di DPP, terkhusus Mas Bamsoet, beliau sangat geram mendengar adanya informasi pemecatan ini,” demikian Sauri Ogan.

Dibantah Rohidin

Sementara itu, dilansir media ini dari Bengkulu Today, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah tegas membantah pernyataan Suari Ogan, semua yang dilakukan memiliki dasar.

“Sudah sesuai dengan surat edaran dari DPP Partai Golkar, DPP meminta untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi menyeluruh pasca Pemilu 2019, kemudian kita plenokan dengan membentuk tim evaluasi yang diketuai oleh Imron Rosyadi dan beberapa unsur. Dari hasil evaluasi itu dilahirkan rekomendasi yang kemudian disampaikan ke DPP Partai Golkar,” tegas Rohidin.

Selain itu, Rohidin menegaskan bahwa tidak ada tendensius terkait dukung mendukung calon Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Ini murni untuk persiapan Partai Golkar menyambut Pilkada Serentak dan Pemilu 2024 nanti,” jelas Rohidin.

Senada dikatakan oleh Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lebong Lovi Irawan. Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi terkait Pemilu 2019, maka dilakukan kajian komprehensif.

“Setelah dikaji secara komprehensif oleh tim evaluasi. Akhirnya, mereka memutuskan pemberhentian melalui rapat pleno,” kata Lovi.

Terkait penonaktifan beberapa pengurus, alasannya tidak dapat diungkap ke publik, sebab hal itu merupakan urusan internal Partai Golkar.

(Bhumi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here