Anggaran KIP Siswa SMA N 01 Bengkulu Diduga Ditilep

Bengkulu,ganendralamont.com-Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program pemerintah dalam mensejahterakan siswa sekolah. Tujuan dari Kartu Indonesia Pintar untuk meringankan beban orang tua dalam biaya sekolah, seperti dalam membayar buku, sepatu dan sebagainya.

Namun pada pelaksanaannya masih ada beberapa sekolah yang melakukan pemotongan langsung, dengan alasan untuk membayar tunggakan siswa tersebut. Hal ini sangat dikeluhkan oleh orang tua siswa, mengingat masih banyak keperluan dari anaknya untuk dipenuhi.

Seperti yang disampaikan Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Kemasyarakatan Barisan Indonesia Pemantau Dan Pengawas Tipikor Provinsi Bengkulu bahwa ada laporan dari beberapa orang tua murid terkait dugaan terjadinya pencairan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Langsung dengan alasan jangan ada tumpukan ditengah covid-19. Hal itu diduga terjadi di SMA Negeri 01 Bengkulu.

Zamhori Haryanto selaku Ketua DPD Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diklarifikasi melalui surat kepada pihak SMA Negeri 01 Provinsi Bengkulu guna mengkonfirmasi kebenaran informasi dugaan tersebut.

“Memang benar ada laporan dari beberapa Orangtua Murid bahwa terdapat dugaan pencairan anggaran KIP siswa tanpa melalui siswa, melainkan dicairkan oleh Kepala Sekolah sendiri.”Kata Zamhori.

Selain itu, Zamhori menyampaikan bahwa surat klarifikasi yang disampaikan pada 25 April tahun 2021 hingga hari ini belum mendapat balasan dari pihak sekolah.

“Ya, sampai hari ini kita belum mendapat balasan dari pihak sekolah. Surat klarifiksi yang kita sampaikan tertuang dalam nomor : 050/S.Klf/DPD/ORMASBIDIK/BKL/IV/2021.”Ujar Zamhori.

Mengingat kurang koperatifnya pihak sekolah, Zamhori mencoba meghubungi via telephone guna meminta klarifikasi agar tidak menyesatkan.

“Dalam hal ini sudah kita telephone pihak sekolah. Yang terjadi ya pihak sekolah justu membantah hal itu, dan mengatakan belum ada rekeningnya. Tapi anehnya, pihak murid yang bersangkutan sampai hari ini tidak pernah memegang buku rekeningnya, serta hal ini diakui beberapa orang tua murid, bahwa tidak hanya sekali ini saja hal ini terjadi, namun sudah tiga kali,”Tandas Zamhori, Sabtu (01/05/2021).

Atas kejadian tersebut, pihak DPD Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu menduga adanya permainan dan upaya melakukan tindak pidana Korupsi atau Pungli.

‘Tentu dengan adanya kejadian ini, kita duga pihak sekoalh sudah berupa memperkaya diri sendiri (KORUPSI) dan kita duga ada pungli. Karena ini berdasarkan keterangan orang tua murid tidak hanya dilakukan kali ini saja, melainkan sudah tiga kali. Dan besar kemungkinan ini juga akan kita sampaikan kepada aparat penegak hukum guna mencari kebenara, agar ha-haknya siswa diberikan.”Tegas Zamhori.

Sementara itu, Apandi selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bengkulu saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan proses terhadap pencairan KIP tersebut.

“Terima kasih atas informasinya, saat ini kami masih melakukan proses guna melakukan pencairan secara kolektif. Karena ini permintaan dari pihak BANK, mengingat situasi covid-19. Dan ini juga rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu.”Tandas Apandi.

Selain itu, ditanya soal sudah berapa kali hal itu dilaksanakan, ia mengatakan baru dalam tahun ini saja.”Ini baru kita laksanakan tahun ini.”Tutur Apandi.(Ar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here