Oknum Kades Di BU Diduga Ancam Tebas Leher Wartawan

601

Bengkulu Utara,ganendralamont.com-Menyikapi persoalan yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa Talang Renah Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara, yang diduga mencoba menghalangi kinerja wartawan dengan bahasa ancaman ingin memotong leher wartawan tentu menuai sorotan dari berbagai pihak.

Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Kemasyarakatan Barisan Indonesia Pemantau dan pengawas Tindak Pidana Korupsi Provinsi Bengkulu menyayangkan atas sikap yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Talang Renah tersebut.

“Semestinya hal itu tidak diucapkan oleh seorang Kepala Desa terhadap para insan pers yang sedang melaksanakan tugasnya dilapangan. Apalagi sampai menggunakan nada pengancaman dengan mengatakan tidak takut dengan wartawan, seorang Kepala Desa tidak bagus menyampaikan hal ancaman itu, tidak layak jadi pemimpin.”tegas Zamhori selaku Ketua DPD Ormas BIDIK Provinsi Bengkulu, Minggu (13/06/2021).

Selain itu, Zamhori berharap kepada pihak Kapolres Bengkulu Utara untuk dapat mengusut tuntas persoalan tersebut, dan menindak tegas oknum Kepala Desa.

“Dengan sudah dilaporkanya persoalan ini, kita harap pihak Kapolres Bengkulu Utara dapat memprosesnya segera dengan tegas, agar kejadian yang sama tidak berulang-ulang terjadi,”jelas Zamhori.

Untuk diketahui, Lantaran tidak terima pihak Wartawan menginvestigasi atau memonitoring pekerjaan pembagunan Rabat Beton yang bersumber dari Dana Desa (DD). Oknum kades Desa Talang Renah kecamatan Air Besi kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu mengancam dua wartawan media online Tubarsnews.com Sukiman dan Media Online Pakarnews.Id Ujang Suratin salah satu medianya tergabung dalam organisasi SMSI. Peristiwa ini terjadi di Lokasi Pekerjaan di Desa Talang Renah sekitar pukul 10 : 00 Wib, Minggu (13/6/2021).

Dalam bukti Video 10.50 detik oknum kades Talang Renah berinisial ZI mengancam dua (2) orang wartawan online dengan mengatakan Bahasa daerah Rejang sebagai berikut,”Jano urusan udi mai yo, kalau kerjo yo bermasalah kagen udi tentok ku. Lak udi kundei media jano bae uku coa saben, jano urusan udi mai yo, jano udi lak belek jano udi lak nabeak, lebiak baik udi belek, golok ku ade,”

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia :

“Apa urusan pihak media memantau proyek DD di Desa saya, apa mau cari masalah, jangan main – main. Jika pekerjaan ini bermasalah leher kalian saya potong. Mau kalian dari media mana saja saya tidak takut, apa urusan kalian kesini, apa kalian mau pulang, apa mau di bacok, lebih baik kalian pulang karena golok saya ada dan saya bawak,” kata kades dengan nada ancamnya.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here