Bengkulu Utara Daerah Headline Politik

Menilik Kekuatan Gerakan Dan Dukungan, Antara Petahana VS Kolom Kosong

Bengkulu Utara,Ganendralamont.comDukungan masyarakat kepada kolom kosong di Pilkada Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, kian masif. Sementara itu, dukungan kepada petahana pasangan Mian-Arie semakin menguat diberbagai wilayah setempat, Kamis (19/11/2020).t

Dukungan kepada kolom kosong datang dari berbagai lapisan masyarakat, tak melulu dari kaum cendikiawan dan terpelajar, dukungan bahkan terus mengalir dari lintas suku, agama hingga pulau terluar di Bumi Ratu Samban.

Dari pantauan terakhir, selain sejumlah warga di Kepulauan Enggano, Tim Relawan Demokrasi Kolom Kosong telah mengukuhkan pendukung di Kecamatan Pinang Raya, Giri Mulya, Padang Jaya dan Ketahun dan Kecamatan Putri Hijau. Pengukuhan di wilayah Kecamatan lainnya dijadwalkan akan segara dilakukan.

Gerakan ini dinilai sebagai langkah mewujudkan kedaulatan rakyat sesungguhnya. Meski dengan dana swadaya, sosialiasi yang terus dilakukan bertujuan memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang.

Sementara itu, pasangan calon Petahana, Mian-Arie terus memperkuat dukungan dengan menyambangi wilayah yang menjadi lumbung suara. Berbagai pembangunan sarana infrastruktur menjadi senjata pamungkas simpatisan untuk meyakinkan masyarakat.

Dengan 9 parpol pengusung, yakni PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, NasDem, PKPI, Hanura, PKS dan PPP, bagi simpatisan, memilih Mian-Arie merupakan langkah untuk melanjutkan pembangunan daerah.

Berjalannya roda politik partai pengusung diyakini mampu menjadi salah satu poin penting bagi petahana untuk memenangkan putaran Pilkada. Blusukan yang dilakukan hingga ke pelosok wilayah ini diharapkan mampu menjadi barometer saat mereka menjabat lima Tahun mendatang.

Calon tunggal melawan kolom kosong ini menjadi catatan sejarah perhelatan akbar lima Tahunan di Kabupaten Bengkulu Utara. Kondisi ini bahkan mengharuskan Komisi Pemilihan Umum setempat menyambangi Kota Makasar, sebagai daerah yang telah sukses mengelar Pilkada dengan kondisi serupa.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pihak penyelengara terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat diberbagai wilayah. Langkah ini digadang-gadang mampu mendongkrak partisipasi pemilih seperti di Pilpres dan Pileg Tahun lalu.

“Kegiatan kajian antar daerah ini dibutuhkan untuk mengetahui regulasi, sosialisasi serta menyikapi persoalan sengketa hasil. Kami berkeyakinan partisipasi akan meningkat karena bersamaan dengan pemilihan Gubernur. Sudah siap kotak suara, bilik suara dan alat pelindung diri, masih minus surat suara, karena baru akan naik cetak di 22 November,” kata Ketua KPU Kabupaten Bengkulu Utara, Suwarto.

Disisi pengawasan, meski hanya pasangan calon tunggal, Bawaslu berjanji akan tetap menjalankan tugas dan fungsinya selaras dengan tata aturan. Dalam melaksanakan sosialisasi, baik petahana dan Kolom Kosong diharapkan berpijak pada rambu-rambu yang diatur regulasi.

Dengan kerjasama yang baik sesuai tupoksi masing-masing stakeholder, pesta Demokrasi ini diyakini mampu berjalan sesuai amanah undang-undang.

“Pemilihan kepala daerah petahana melawan kotak kosong diatur dalam regulasi. Namun ada regulasi khusus. Surat suara tata dan tata letak berbeda. Selain berkordinasi dengan KPU kami juga terus melakukan sosialisasi,” sampai Divisi Hukum, penanganan pelanggaran dan sengketa Bawaslu Bengkulu Utara, Tugiran.

Menghadirkan tantangan tersendiri, Pilkada kali ini dianggap kontradiktif dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya yang identik dengan pesta dan pengumpulan masa. Hal inipun menjadi catatan penting sejumlah pihak agar menyelaraskan penyelengaraan kegiatan ditengah pandemi.

Tim Satgas Covid 19 Kabupaten Bengkulu Utara terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya menerapkan protokol kesehatan diberbagai tempat. Tak hanya menjaga jarak, dibatasinya jumlah masa dalam kampanye dan sosialisasi diyakini sebagai langkah menekan penyebaran Covid 19.

“Sosialisasi tidak mengumpulkan banyak orang. Yang jelas setiap jumlah tidak boleh lebih dari 50 orang dan berjarak tempat duduknya. Sudah 77 positif, kami harap semua memahami itu, dan semua anggota Satgas sehat untuk berjuang Sugarda terdepan,” sampai petugas Tim Satgas Covid 19 Kabupaten Bengkulu Utara, Nova Hendriani.(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *